Memuat . . .
 
Tim Monev dan Pembinaan Layanan Uronefrologi Kemenkes RI Apresiasi Kesiapan RSUD Toto Kabila Bone Bolango
  • Moh. Firgiyawan Mustaki
  • 30 Juli 2026
  • 345 x
kegiatan monev

Tim Monitoring, Evaluasi (Monev), dan Pembinaan Layanan Prioritas Uronefrologi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung memberikan apresiasi terhadap komitmen dan kesiapan RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango dalam pengembangan layanan kesehatan prioritas.

Kegiatan yang dipimpin oleh Direktur Medik dan Keperawatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Iwan Abdul Rachman, Sp.An., KNA., M.Kes, tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan implementasi program pengampuan layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu Anak (KJSU-KIA) di rumah sakit daerah.

Dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi, tim menilai berbagai aspek mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola pelayanan, hingga koordinasi antarunit dalam mendukung peningkatan mutu layanan Uronefrologi di RSUD Toto Kabila.

Apresiasi yang diberikan menjadi motivasi bagi jajaran manajemen dan seluruh tenaga kesehatan RSUD Toto Kabila untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memenuhi standar layanan rujukan yang berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.

Direktur Medik dan Keperawatan Kemenkes RI, dr. Iwan Abdul Rachman, Sp.An., KNA., M.Kes menyampaikan bahwa komitmen rumah sakit daerah seperti RSUD Toto Kabila merupakan bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan prioritas yang berkualitas.

Sementara itu, jajaran RSUD Toto Kabila menegaskan kesiapan untuk terus berkolaborasi bersama Kementerian Kesehatan RI dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dalam proses pengampuan layanan Uronefrologi, sehingga masyarakat Bone Bolango dan wilayah sekitarnya dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin optimal.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi pelayanan kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas rumah sakit daerah dan pemerataan layanan spesialistik di seluruh Indonesia.